Kursi Santai (Lesehan atau Bean Bag

Kursi santai lesehan dan bean bag adalah dua jenis furnitur kasual yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal dengan pendekatan tanpa kaki kursi (low-profile atau floor-seating). Keduanya sangat populer dalam dekorasi interior modern karena menciptakan atmosfer ruangan yang rileks, santai, dan tidak kaku.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai asal-usul, fungsi, serta cara pembuatan dari kedua kursi santai ini.

1. Asal-Usul

A. Kursi Lesehan (Floor Chair)

  • Budaya Tradisional: Konsep duduk di atas lantai (lesehan) dengan bantalan atau sandaran berakar kuat dari budaya Asia selama ribuan tahun, seperti tradisi Tatami di Jepang, Majlis di Timur Tengah, serta budaya tikar tradisional di Indonesia.
  • Evolusi Zaisu: Di Jepang, penataan ruangan formal melahirkan Zaisu, yaitu kursi tanpa kaki tradisional yang memiliki sandaran punggung. Kursi ini dirancang agar orang tetap bisa bersandar dengan nyaman di atas lantai tatami tanpa merusak struktur lantai. Seiring perkembangan teknologi, zaisu berevolusi menjadi kursi lesehan modern yang dilengkapi engsel lipat (reclining mekanik).

B. Bean Bag (Sacco Chair)

  • Penemuan oleh Desainer Italia (1968): Bean bag modern pertama kali diciptakan pada tahun 1968 oleh tiga desainer asal Italia: Piero Gatti, Cesare Paolini, dan Franco Teodoro. Mereka bekerja untuk perusahaan furnitur Zanotta dan menciptakan kursi bernama “Sacco” (artinya kantong).
  • Filosofi Desain: Terinspirasi dari gaya hidup anti-kemapanan dan budaya pop remaja era 1960-an yang menginginkan furnitur yang tidak kaku. Mereka ingin membuat kursi yang bentuknya sepenuhnya fleksibel dan menyesuaikan secara sempurna dengan lekuk tubuh siapa pun yang mendudukinya. Awalnya kantong ini diisi dengan butiran styrofoam, sebuah material baru yang revolusioner pada masa itu.

2. Penjelasan dan Fungsi

Meskipun sama-sama diletakkan langsung di atas lantai, keduanya memiliki karakteristik fisik yang berbeda:

  • Kursi Lesehan Modern: Biasanya memiliki rangka besi internal dengan engsel multi-sudut (gearbox) yang dilapisi busa tebal dan kain. Sandarannya bisa diatur tingkat kemiringannya, bahkan bisa direbahkan total menjadi matras lurus.
  • Bean Bag: Berwujud kantong kain besar yang fleksibel tanpa rangka sama sekali. Di dalamnya diisi penuh oleh jutaan butiran Expanded Polystyrene (EPS/Styrofoam).

Fungsi Utama:

  • Relaksasi Maksimal: Menurunkan ketegangan otot setelah seharian beraktivitas karena posisinya yang mendekati lantai membuat tubuh berada dalam posisi santai. Bean bag secara khusus mendistribusikan berat badan secara merata ke seluruh sudut tubuh.
  • Ergonomi Lantai: Kursi lesehan memberikan topangan mekanis pada tulang belakang, sehingga Anda bisa duduk di lantai dalam waktu lama (misalnya saat bermain game, menonton film, atau bekerja dengan meja laptop rendah) tanpa mengalami sakit pinggang.
  • Fleksibilitas Ruangan: Kedua furnitur ini sangat ringan, mudah dipindahkan (portable), dan menghemat ruang. Kursi lesehan bisa dilipat dan disimpan di bawah kasur saat tidak digunakan.

3. Cara Membuat Bean Bag Segitiga Sederhana (DIY)

Membuat bean bag adalah salah satu proyek jahit menjahit (DIY) yang paling mudah dan memuaskan karena tidak membutuhkan perhitungan rangka kayu atau besi. Model segitiga (triangle/pyramid) adalah model yang paling ramah pemula.

Bahan dan Alat yang Diperlukan:

  • Kain Luar (Outer Cover): Kain yang kuat dan tebal, seperti kain kanvas, suede, atau kain katun linen (panjang sekitar 2,5 meter, lebar 1,5 meter).
  • Kain Dalam (Inner Liner): Kain furing putih atau kain spanduk tipis (berfungsi sebagai wadah butiran styrofoam agar tidak berhamburan saat kain luar dicuci).
  • Isian: Butiran styrofoam (EPS beads) khusus bean bag (sekitar 1,5 hingga 2 kg).
  • Ritsleting (zipper) sepanjang 1 meter yang kuat.
  • Mesin jahit, benang jahit tebal, dan gunting kain.

Langkah-Langkah Pembuatan:

  1. Pemotongan Kain:
    • Potong kain luar menjadi bentuk persegi panjang berukuran $100 \times 150 \text{ cm}$.
    • Lakukan hal yang persis sama pada kain dalam (inner liner).
  2. Menjahit Kantong Dalam (Inner Liner):
    • Lipat dua kain dalam secara horizontal sehingga membentuk kotak berukuran $100 \times 75 \text{ cm}$.
    • Jahit dua sisi tepinya yang terbuka secara lurus, sisakan satu sisi pendek untuk memasukkan isian.
    • Setelah diisi butiran styrofoam hingga sekitar 70% penuh (jangan terlalu keras agar tetap empuk), jahit mati atau tutup rapat sisi tersebut menggunakan ritsleting kecil.
  3. Menjahit Kain Luar (Outer Cover – Teknik Segitiga):
    • Ambil kain luar yang berukuran $100 \times 150 \text{ cm}$. Lipat dua menjadi bentuk kotak $100 \times 75 \text{ cm}$ (sisi motif/bagus berada di dalam).
    • Jahitan Pertama: Jahit bagian sisi panjang secara lurus.
    • Jahitan Kedua (Bawah): Jahit salah satu ujung sisi pendeknya secara lurus. Sekarang kain berbentuk seperti kantong/sarung bantal besar.
    • Jahitan Ketiga (Kunci Segitiga): Pada ujung sisi pendek yang masih terbuka, jangan mempertemukan ujung kain secara sejajar. Tarik bagian tengah kain ke arah berlawanan hingga jahitannya bertemu di tengah (seperti bentuk bungkus kue lemper atau piramida).
    • Pasang ritsleting panjang di sisi ini agar kain luar bisa dilepas pasang untuk dicuci.
  4. Perakitan Akhir:
    • Balikkan kain luar melalui lubang ritsleting sehingga bagian motif/warna bagus berada di luar. Tampilan kain sekarang sudah membentuk dudukan segitiga yang ergonomis.
    • Masukkan kantong dalam yang sudah berisi styrofoam ke dalam kain luar tersebut.
    • Tutup ritsletingnya dengan rapat, rapi, dan pastikan terkunci aman. Bean bag segitiga buatan sendiri siap digunakan untuk bersantai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *